Rabu, 10 Oktober 2012

Harimau Sumatera Diduga Mati dalam Penerbangan


Harimau Sumatera Diduga Mati dalam Penerbangan

OLEH: RADZIE - 03/10/2012 - 12:46 WIB
BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Seekor harimau Sumatera yang diberi nama Teungku Agam diduga mati dalam penerbangan dari Banda Aceh menuju Jawa Timur menggunakan pesawat komersil Garuda Indonesia. Di tubuh harimau berusia delapan tahun itu, ditemukan luka memar dan patah tulang.
Radzie/ACEHKITA.COM
Informasi yang dihimpun acehkita.com, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengirim empat ekor hewan ke Surabaya menggunakan pesawat Garuda. Keempat hewan tersebut adalah Siamang, harimau sumatera, dan dua ekor binturong (Arctictis binturong).
Kepala Tata Usaha BKSDA Aceh Afan Absori menyebutkan, empat ekor hewan itu dikirim pada Selasa, 2 Oktober 2012, pukul 11.25. Namun, sesampai di Bandara Polonia Medan, Sumatera Utara, pihak Garuda memutuskan mengembalikan keempat hewan tersebut ke BKSDA di Banda Aceh, pada sore harinya.
“Pihak Garuda mengatakan ada komplain dari penumpang karena bau,” kata Afan Absori kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu (3/10).
Di Bandara Sultan Iskandar Muda, kata Afan, petugas BKSDA dan kargo Garuda mengecek kondisi harimau yang saat itu tidak bergerak lagi.
“Setelah kita cek, ternyata harimaunya sudah mati,” tambah Afan.
Menurut Afan, pihaknya membawa jasad harimau tersebut ke laboratorium Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala untuk otopsi. Berdasarkan otopsi itu diketahui adanya luka memar di bagian pipi kanan, hidung dan mulut mengeluarkan darah, lidah bagian kanan membiru, dan kaki depan patah.
“Kita masih menunggu hasil otopsi lengkap dari tim medis di FKH Unsyiah,” lanjutnya.
Teungku Agam ditangkap di Aceh Selatan pada 26 November 2010 karena memangsa warga di sana. Sejak saat itu, harimau langka ini dikarantina di BKSDA di Banda Aceh. Menurut rencana, harimau ini akan dilepaskan di Jawa Timur Park 2 di Kota Batu. Balai konservasi seluas 14 hektar ini memiliki museum satwa, kebun binatang, dan hotel pohon.
acehkita.com belum berhasil memperoleh konfirmasi dari pihak Garuda Indonesia Banda Aceh. Namun, Manajer Media Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan, mengatakan, akan meminta informasi pada pihak Garuda di Aceh. “Saya akan kumpulkan informasi terlebih dahulu dari sana,” kata dia seperti dikutip dari vivanews.com. []

Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com

0 komentar: